23.9 C
New York
Selasa, Mei 28, 2024

Buy now

spot_img

Kerugian Negara Dalam Pembangunan FF, Mantan Pejabat Metro Beri Komentar

Galaxinews.com,Metro – Adanya kerugian negara yang belum terselesaikan oleh CV. Mulyosari Mandiri, yang tertuang dalam Laporan Hasil Pemeriksaan BPK senilai Rp.101 juta rupiah, mendapat tanggapan dari salah seorang mantan pejabat di Kota Metro. CV. Mulyosari Mandiri adalah rekanan pelaksana proyek pembangunan Destinasi Wisata Flying Fox senilai Rp 2,2 Miliar pada T.A 2018, yang kini mangkrak. Sementara, dari kerugian negara terhitung baru terbayarkan oleh pihak perusahaan sebanyak Rp.20 juta rupiah.

” Yang salah juga Inspektorat, karena sekertaris TPTGR ada disitu. Sudah jelas, itu ada kerugian negara dan sudah diperintahkan oleh BPK untuk dikembalikan kerugian negara, ya tinggal kembalikan saja. Secara esensi, setiap ada upaya merugikan negara walau dana kerugian negara/daerah sudah dikembalikan, tetapi tetap dapat diusut upaya merugikan keuangan negara/daerah menjadi sebuah kasus tipikor yang harus menjadi PR APH untuk menindak lanjuti.
Disisi lain, terhadap adanya uang negara/daerah yang dirugikan sudah sepatutnya pemda melalui Tim TPTGR berupaya untuk menagih kerugian tersebut. Karena sampai kapanpun kerugian tersebut tidak dapat begitu saja dihilangkan dari catatan temuan yang harus ada tindak lanjut dari pemkot. Dan biasanya BPK setiap tahun itu tetap mempertanyakan tindak lanjut penyelesaian temuan – temuan di tahun – tahun sebelumnya ” Ujar mantan pejabat yang tidak mau namanya disebutkan.

Lebih lanjut, kerugian negara dalam persoalan Flying Fox tentunya telah berdasarkan hasil audit oleh lembaga yang berwenang, yakni BPKP dan BPK.

” Sebaiknya, saat pemeriksaan BPK tahun 2018, ini muncul jadi temuan sementara pihak pemkot Metro. Melalui inspektorat dan BPKAD, berupaya untuk mengeluarkan temuan ini dari temuan, sehingga pada hasil audit belanja tahunan pemkot metro tidak ada lagi temuan ini. Akan tetapi kalau sudah jadi LHP final BPK atas audit tahunan 2018 pemkot Metro ini MUTLAK ditindak lanjuti, dan APH sudah dapat menjadikan ini menjadi pintu masuk terhadap tindak pidana korupsi dalam kegiatan ini ” jelasnya.

Kabid Pariwisata Disporapar Kota Metro, Parno, diruang kerjanya, Rabu (23/08/23) membenarkan adanya anggaran Rp 101 juta besaran nilai kerugian negara yang harus diselesaikan oleh pihak perusahaan. Meski telah dilayangkan surat teguran sebanyak dua kali oleh Dinas terkait, CV. Mulyosari Mandiri belum juga menyelesaikannya.

” Kerugian negara Itu Rp. 101 juta, dan baru dibayarkan Rp. 20 juta. Sebelumnya sudah kita layangkan surat teguran sebanyak dua kali kepada pihak perusahaan, dan rekanan secara lisan juga sebelumnya sudah pernah berbicara ingin menyelesaikan, tapi minta tempo dengan jangka waktu yang tidak ditentukan, ya mungkin sekarang ini belum bisa menyelesaikan karena terkendala di keuangannya ” kata Parno.(Red/Rio)

Related Articles

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Stay Connected

0FansSuka
3,912PengikutMengikuti
0PelangganBerlangganan
- Advertisement -spot_img

Latest Articles