Beranda Daerah Gedung Pakuon 8 Tahun Mangkrak, Bupati Lampung Barat Tagih Komitmen Pusat

Gedung Pakuon 8 Tahun Mangkrak, Bupati Lampung Barat Tagih Komitmen Pusat

271
0


Galaxsinews.com, Lampung Barat — Harapan baru kembali disematkan pada nasib Gedung Pakuon yang telah hampir satu dekade terbengkalai. Bupati Lampung Barat, Parosil Mabsus, secara langsung “menagih” perhatian pemerintah pusat saat menerima kunjungan reses anggota DPR RI Komisi V, Mukhlis Basri, bersama perwakilan Kementerian Pekerjaan Umum, Selasa (5/5/2026).

Kunjungan yang dibalut penyambutan adat di Kepaksian Pernong itu tak sekadar seremonial. Di baliknya, terselip persoalan lama yang belum kunjung tuntas: proyek strategis daerah yang mangkrak selama delapan tahun tanpa kepastian.
“Ini bukan sekadar bangunan, tapi simbol budaya dan harga diri daerah,” tegas Parosil, menyoroti mandeknya pembangunan sejak era kepemimpinan provinsi sebelumnya.

Gedung Pakuon, yang digadang-gadang sebagai pusat kebudayaan sekaligus destinasi wisata unggulan, kini justru menjadi potret klasik proyek terbengkalai—ambisi besar tanpa keberlanjutan.
Dalam forum tersebut, Parosil secara terbuka menyampaikan harapannya agar kehadiran wakil rakyat di Senayan tidak berhenti pada penyerapan aspirasi semata, melainkan berujung pada realisasi anggaran konkret.
“Kami tidak ingin gedung ini terus menjadi monumen mangkrak. Sudah saatnya ada kepastian,” ujarnya.

Di sisi lain, Mukhlis Basri tak menampik bahwa persoalan ini menjadi “pekerjaan rumah” serius, bahkan menyentuh sisi personalnya.
“Ini sudah delapan tahun mangkrak. Ini beban bagi saya, apalagi saya juga bagian dari keluarga besar yang terkait dengan gedung ini. Harus diprioritaskan,” tegasnya.

Ia pun membuka peluang agar proyek tersebut didorong masuk dalam pembahasan anggaran tahun 2026—sebuah pernyataan yang memberi secercah harapan, meski publik tentu menunggu bukti nyata, bukan sekadar wacana.
Kunjungan dilanjutkan dengan peninjauan langsung ke lokasi gedung yang hingga kini belum rampung. Kondisi fisik bangunan menjadi pengingat nyata bahwa waktu telah terbuang cukup lama.

Kini, pertanyaannya bukan lagi soal rencana, melainkan komitmen: apakah pemerintah pusat benar-benar akan menyelesaikan proyek ini, atau Gedung Pakuon akan kembali menjadi catatan panjang janji yang tertunda?
( DIKA )

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here