Galaxsinews.com, Kota Metro — Kecaman Ormas Grib Jaya kepada Ketua Ikatan Pemuda Lampung (IPLI) Hermansyah TR ditanggapi serius. Tanggapan Ketua IPLI didalam Group LSM & Journalis Indonesia terkait video viral Ormas Grib Jaya, yang secara jelas menyampaikan kekecewaan terhadap sikap Hermansyah TR menyerang Plh Sekda Metro Kusbani yang juga sebagai Dewan Penasehat Ormas Grib Provinsi Lampung, menyatakan tegas menerima tantangan.
” Selamat pagi salam sehat pagi ini saya ketua ikatan pemuda lampung Indonesia ipli hermansyah TR SH memperjelas aktum orang ini tantang saya ketua ipli siap datang aja yg gedek omong disini yg katanya mau datang saya tunggu dikantor rumah ketua ikatan pemuda lampung Indonesia ipli kita adu yawa harga diri bebih besar dari pada mati datang aja saya tunggu kamu jual saya borong datang aja saya tunggu konfirmasi selanjutnya jam berapa hari apa saya sip minggu oktmum yg ada dipedio ini yg bela plt harian setda metro lampung dan walikota metro lampung bambang Tuhan satu ” Ujar Hermansyah.
Sementara itu, buntut keributan antara Ketua IPLI Lampung Hermansyah TR dan Plh Sekda Kota Metro Kusbani, M.Pd yang memicu konflik kepentingan sebuah ormas, Ketua Umum Gamaestro Kota Metro Nia menyesalkan sikap seorang Sekda yang dinilai tidak bisa mengedepankan dampak dan keselamatan pemerintahan justru memunculkan konflik kedua kubu Ormas dan LSM di Lampung hanya demi suatu kepentingan pribadi.
” Peristiwa yang terjadi seharusnya tidak berkepanjangan demi mewujudkan keamanan dan ketertiban masyarakat umum. Plh Sekda semestinya bisa meredam suasana agar tidak terjadi konflik, bukan justru membiarkan.
Keberadaan Plh Sekda didalam ormas sebagai dewan penasehat juga patut dipertanyakan peran dan netralitasnya seperti apa disitu, dan ada pelanggaran yang dilakukan atau tidak terhadap statusnya sebagai ASN ? ” Ucap Nia.
Nia juga secara tegas mengatakan, sebagai ketua yang juga adalah warga masyarakat Kota Metro meminta Plh Sekda untuk mundur dari jabatan dan mengikuti prosedur aturan menyesuaikan UU dan Peraturan Pemerintah (PP).
” Seharusnya sebagai pelayan masyarakat tidak melayani hal yang berakibat fatal pada akhirnya. Kenapa ada buntut serangan ini kan karena adanya keterlibatan seorang sekda yang juga adalah ASN dan menjadi penasehat didalam ormas tersebut. Jadi sekarang fokusnya Sekda itu mau kemana ? Kalau dia berpihak pada kepentingan pemerintahan saat ini dia bisa redam itu, namun jika sebaliknya, kalau merasa gagal jadi pelayan masyarakat ya mundur dari jabatan saat ini ” Tegasnya.(Rio S)




















