Beranda Kota Metro Petani Rejomulyo Tagih Janji Pemkot Metro, Ganti Rugi Gagal Panen Belum Jelas

Petani Rejomulyo Tagih Janji Pemkot Metro, Ganti Rugi Gagal Panen Belum Jelas

41
0
0-0x0-0-0#

Galaxsinews.com, Kota Metro — Kesabaran petani di Kelurahan Rejomulyo mulai menipis. Hingga kini, kejelasan ganti rugi atas gagal panen akibat luapan Sungai Way Sekampung belum juga terealisasi, meski persoalan tersebut telah berulang kali dibahas dalam forum hearing maupun koordinasi lintas lembaga.
Didampingi jajaran PDI Perjuangan Kota Metro, para petani kembali menggelar pertemuan guna mendesak Pemerintah Kota Metro segera mengambil langkah konkret terhadap kerugian yang mereka alami, Senin (11/05/2026).


Perwakilan petani Rejomulyo, Misgianto, menegaskan bahwa petani tidak lagi membutuhkan sekadar wacana maupun janji bantuan tanpa kepastian waktu pelaksanaan.
“Yang kami butuhkan kepastian. Dampak banjir sudah terjadi, gagal panen sudah dialami petani, tapi sampai sekarang realisasi bantuan maupun ganti rugi belum jelas,” ujarnya.
Menurut para petani, wacana bantuan dalam bentuk pupuk dan bibit sempat disampaikan dalam pembahasan sebelumnya. Namun hingga kini belum ada kepastian teknis terkait penyaluran maupun waktu realisasinya.
Data sementara mencatat sedikitnya 132 petani terdampak banjir akibat luapan Way Sekampung. Jumlah tersebut diperkirakan masih dapat bertambah seiring proses pendataan ulang di lapangan.
Petani juga meminta adanya audiensi langsung dengan Wali Kota Metro untuk memperoleh kepastian mengenai mekanisme bantuan, termasuk kemungkinan kompensasi maupun skema perlindungan gagal panen.
Sementara itu, Tomi Gunawan selaku kuasa hukum aliansi petani sekaligus Wakil Ketua Bidang Advokasi DPC PDI Perjuangan Kota Metro menyatakan pihaknya akan terus mengawal persoalan tersebut hingga ada keputusan konkret dari pemerintah daerah.
“Kami ingin ada solusi nyata, bukan sekadar pembahasan berulang tanpa tindak lanjut yang jelas. Dalam waktu dekat kami akan menyurati Wali Kota agar persoalan ini dapat dibahas bersama secara terbuka,” kata Tomi.
Di sisi lain, Ketua DPRD Kota Metro, Ria Hartini, menyebut DPRD telah menyampaikan aspirasi petani kepada pihak eksekutif, termasuk terkait normalisasi Way Sekampung dan usulan ganti rugi gagal panen.
Menurutnya, surat resmi juga telah dilayangkan kepada Pemerintah Kota Metro dan saat ini DPRD masih menunggu tanggapan lebih lanjut dari pihak eksekutif.
“Semua proses sedang berjalan. Aspirasi petani sudah kami sampaikan dan saat ini masih menunggu tindak lanjut dari pemerintah daerah,” ujarnya.
Persoalan ini kembali memunculkan sorotan terhadap kecepatan respons pemerintah daerah dalam menangani dampak bencana terhadap sektor pertanian. Di tengah ketergantungan masyarakat pada hasil panen, keterlambatan penanganan dinilai berpotensi memperbesar beban ekonomi petani terdampak.(Nia)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here