Beranda Daerah Gebyar IKM 2026 Jadi Etalase Kekuatan Ekonomi Lokal, Ribuan Industri Topang Pertumbuhan...

Gebyar IKM 2026 Jadi Etalase Kekuatan Ekonomi Lokal, Ribuan Industri Topang Pertumbuhan Kota Metro

19
0

Galaxsinews.com, Metro – Di tengah tantangan ekonomi yang semakin kompetitif, Pemerintah Kota Metro terus mendorong penguatan sektor Industri Kecil dan Menengah (IKM) sebagai salah satu pilar utama pembangunan ekonomi daerah. Komitmen tersebut terlihat dalam kegiatan Diseminasi Publikasi Data Informasi dan Analisa Industri Kabupaten/Kota atau Gebyar IKM 2026 yang digelar oleh Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kota Metro, Kamis (11/06/2026).

Kegiatan ini tidak hanya menjadi ajang promosi produk lokal, tetapi juga wadah strategis yang mempertemukan pelaku IKM, pemerintah, dunia pendidikan, perbankan, hingga sektor perdagangan modern dalam satu ekosistem pengembangan ekonomi daerah.
Kepala Disperindag Kota Metro, Ardah, mengatakan Gebyar IKM merupakan bagian dari upaya pemerintah daerah untuk memperkenalkan potensi industri lokal sekaligus memperluas akses pasar bagi pelaku usaha.
“Gebyar IKM ini menjadi wadah untuk mempromosikan produk-produk industri kecil dan menengah kepada masyarakat luas, memperkuat jejaring bisnis antar pelaku usaha, serta mendorong penggunaan produk lokal sebagai penggerak pertumbuhan ekonomi Kota Metro,” ujar Ardah.

Ia menjelaskan, saat ini Kota Metro memiliki 2.215 industri yang tersebar di berbagai sektor usaha. Dari jumlah tersebut, sebanyak 204 industri telah terdaftar dalam Sistem Informasi Industri Nasional (SIINas), yang menjadi instrumen penting dalam pendataan dan pembinaan industri secara nasional.
Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), sektor industri pengolahan bahkan menjadi kontributor terbesar kedua terhadap Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) Kota Metro dengan kontribusi mencapai 16,8 persen.
“Angka ini membuktikan bahwa industri kecil dan menengah memiliki peran yang sangat penting dalam menopang perekonomian daerah. Karena itu pembinaan dan penguatan kapasitas IKM harus menjadi perhatian bersama,” katanya.

Sebanyak 150 pelaku IKM ambil bagian dalam Gebyar IKM 2026 dengan menampilkan berbagai produk unggulan. Mulai dari makanan dan minuman olahan seperti tahu, tempe, kopi, susu, jamu instan, roti, dan kue, hingga produk kriya dan wastra seperti batik, tapis, gerabah, aneka sulaman, serta kerajinan berbahan limbah logam.
Selain mendorong promosi produk, pemerintah juga terus mengupayakan peningkatan daya saing IKM melalui berbagai sertifikasi usaha, seperti Nomor Induk Berusaha (NIB), sertifikat halal, PIRT, BPOM, Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN), hingga Standar Nasional Indonesia (SNI).

Kepala Bidang Perindustrian Disperindag Kota Metro, Windi Kusuma, menegaskan bahwa transformasi industri kecil saat ini tidak cukup hanya mengandalkan kualitas produk. Pelaku usaha juga harus mampu beradaptasi dengan perkembangan teknologi dan sistem digital.
Menurutnya, melalui SIINas, pelaku industri dapat mengakses berbagai layanan pemerintah yang telah terintegrasi dengan sistem Online Single Submission (OSS), sehingga proses perizinan, pendataan, hingga pengembangan usaha menjadi lebih mudah dan terukur.
“Pemerintah terus melakukan pendampingan agar pelaku IKM tidak hanya bertahan, tetapi mampu naik kelas. Pendampingan dilakukan mulai dari legalitas usaha, sertifikasi produk, pemasaran hingga akses pembiayaan dan pengadaan barang dan jasa pemerintah,” jelas Windi.

Upaya tersebut mulai membuahkan hasil. Kota Metro berhasil memfasilitasi empat pelaku IKM memperoleh sertifikat merek melalui Klinik Kekayaan Intelektual Kementerian Perindustrian. Selain itu, produk tungku gerabah dari Sentra IKM Tungku Sejahtera Karangrejo berhasil meraih penghargaan nasional dalam program One Village One Product (OVOP) dari Kementerian Perindustrian RI.
Prestasi tersebut menjadi bukti bahwa produk lokal Metro memiliki kualitas dan daya saing di tingkat nasional. Meski demikian, tantangan masih tetap ada. Masih banyak pelaku usaha yang belum memahami pentingnya digitalisasi, sertifikasi, serta perlindungan hak kekayaan intelektual sebagai fondasi pengembangan usaha yang berkelanjutan.

Sementara itu, Wali Kota Metro, Bambang Iman Santoso, menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya Gebyar IKM 2026. Menurutnya, kegiatan tersebut menjadi momentum penting untuk memperkuat semangat kemandirian ekonomi daerah yang bertumpu pada kreativitas dan kerja keras masyarakat.
Ia menilai sektor IKM merupakan bagian yang paling dekat dengan kehidupan masyarakat karena mampu menciptakan lapangan kerja, meningkatkan pendapatan keluarga, dan menggerakkan roda perekonomian hingga ke tingkat lingkungan terkecil.
“Pemerintah Kota Metro akan terus memberikan dukungan kepada para pelaku IKM agar semakin berkembang dan mampu menjadi tuan rumah di daerahnya sendiri. Produk lokal harus menjadi kebanggaan masyarakat Metro,” tegasnya.

Lebih dari sekadar pameran, Gebyar IKM 2026 mengirimkan pesan kuat bahwa masa depan ekonomi Kota Metro tidak hanya dibangun melalui proyek-proyek besar, tetapi juga oleh tangan-tangan kreatif para pelaku usaha kecil yang setiap hari menghasilkan karya dan inovasi. Dari dapur rumah, bengkel kecil, ruang produksi sederhana hingga sentra kerajinan rakyat, lahir harapan baru bahwa industri lokal dapat menjadi fondasi kemajuan Metro yang lebih mandiri, berdaya saing, dan sejahtera. :::
Alternatif judul:
Gebyar IKM 2026, Bukti Industri Kecil Jadi Motor Penggerak Ekonomi Kota Metro
2.215 Industri Topang Perekonomian Metro, Gebyar IKM Dorong Pelaku Usaha Naik Kelas
Wali Kota Bambang: Produk Lokal Harus Jadi Kebanggaan Masyarakat Metro
Dari Industri Rumahan Menuju Pasar Nasional, Gebyar IKM Metro Tampilkan Potensi Besar Daerah
Gebyar IKM 2026 Perkuat Daya Saing Produk Lokal dan Kemandirian Ekonomi Metro. (Nia)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here